WALESA_81 PRESS

Anti Kediktatoran

TIM

Kata yang satu ini terkesan sangat sederhana dan seolah kurang diperhatikan kecuali bagi sebuah klub.

Memang tidak ada yang bisa meremehkan kemampuan ataupun keahlian seseorang. Namun, jika itu dilakukan dalam sebuah tim yang memerlukan kerjasama, maka keahlian ataupun kemampuan personal haruslah diharmonisasikan atau dipadukan dengan kemampuan yang lain.

Dalam sebuah tim, bisa saja terdapat bagian yang lemah dan bagian yang kuat. Untuk itulah, tim perlu menyatukan kemampuan agar bagian yang lemah dapat menjadi kuat dan bagian yang kuat dapat dipertahankan dan menemukan keseimbangan.

Ketika ada bagian dari tim yang menonjolkan kesombongan personal dan menganggap bagian yang lainnya tak dibutuhkan, maka ketika itu juga tim akan menjadi lemah dan tidak memiliki kekuatan yang seimbang. Dan apapun yang dihadapi akan sulit untuk memperoleh kemenangan.

Negeri ini pun semestinya demikian. Hari-hari ini Kita melihat begitu banyak persoalan yang dihadapi dan sepertinya tidak menemukan titik terang akan berakhirnya masalah yang dihadapi dengan tuntas dan damai. Semua seperti saling memberikan komentar yang terbaik tanpa ada satu pun yang melakukannya dengan baik.

Negeri ini sebenarnya memiliki banyak pakar dan ahli yang mampu menuntaskan persoalan dengan baik. Andai itu dilakukan secara bersama-sama dan mengajak pimpinan negeri ini untuk tidak berpangku pada kepintaran dan kebijakannya sendiri, tentulah harapan semua rakyat untuk mewujudkan negeri ini menjadi negeri yang damai, adil dan sejahtera akan terwujud.

Hukum sebagai tulang punggung perwujudan keadilan dan kesejahteraan tidaklah semestinya hanya digunakan sebagai bagian retorika belaka. Supremasi hukum yang didengangdengungkan sejak dulu ternyata tidak ubahnya seperti banjir yang datang ketika musim hujan tiba. Dan yang paling parah adalah ketika hukum dipermainkan oleh para penegak hukum yang notabene mengerti hukum. Seperti itu pula ketika penggelapan pajak dilakukan oleh petugas pajak karena “mereka ahlinya”.

Kembali ke TIM, seharusnya inilah yang harus dilakukan saat ini. Bukan justru melepas dendam apalagi membalas orang yang dianggap “lawan” dengan membuka catatan dosanya yang sengaja disimpan sebagai pukulan telak. Tidak seharusnya itu dilakukan oleh siapapun apalagi seorang pimpinan. Belajar dari keadaan tersebut, sudah sepantasnya tidak ada kesalahan yang seharusnya ditutup-tutupi untuk menjadi senjata pamungkas ketika sudah bersebarangan.

Marilah membangun kekuatan bersama untuk mengeluarkan bangsa ini dari masalah yang seolah tak tahu akan berakhir seperti apa. Semua potensi sumber daya yang dimiliki negeri ini harus bersatu dan menyatukan pandangan yang mengarah pada terwujudnya kemakmuran dan kesejateraan rakyat. Mari bangun TIM!!!

April 25, 2010 - Posted by | Wacana Demokrasi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.